Dosen SIL Menjadi Ketua Tim Teknis IPB

Dosen Divisi Teknik Struktur dan Infrastruktur, Muhammad Fauzan, ST, MT atau biasa disebut Pak Fauzan kembali dipercaya menjadi Ketua Tim Teknis Institut Pertanian Bogor. Salah satu tugas utama Tim Teknis IPB yaitu mengawasi dan memastikan pengembangan infrastruktur di IPB sesuai dengan standar dan peraturan yang ditetapkan IPB.

Pak Fauzan merupakan salah satu dosen SIL yang fokus menekuni bidang infrastruktur dan perencanaan. Pengalaman dan pengetahuan dibutuhkan oleh IPB untuk mengawasi seluruh pengembangan infrastruktur di IPB. “Yang diteliti oleh saya itu dari segi design-nya, misalkan berupa kebutuhan ketebalan jalan, kebutuhan drainase, dan kebutuhan jembatan,” papar beliau.

Dosen yang mengajar mata kuliah Analisis Struktur ini memaparkan bahwa pada kenyataannya jalan itu dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu jalan provinsi, jalan kabupaten dan jalan lokal. Tingkatan yang terkait dengan baik akan memperlancar proses distribusi hasil pertanian.

Menurutnya, perkembangan infrastruktur juga sedang gencar dilakukan di lingkup IPB. Pengembangan struktur dan infrastruktur yang saat ini menyedot perhatian di IPB diantaranya seperti pada pembangunan prasarana untuk pengondisian sistem parkir terpusat, pemberian fasilitas selokan sebagai drainase pada spot yang sering tergenang dan lahan hijau pengiring jalan. Selain itu, lokasi IPB di Bogor yang merupakan kota dengan curah hujan tinggi juga mempengaruhi kelemahan infrastruktur, seperti kebocoran gedung dan permukaan jalan yang rusak karena genangan air, sehingga memerlukan perhatian yang lebih serius.

Dalam praktiknya, untuk menangani pengembangan sarana dan prasarana, IPB memiliki tim teknis sebagai koordinator pembangunan. Hal ini dilakukan agar setiap pembangunan di IPB akan lebih tepat daya dan tepat guna. “Kerjaan Tim Teknis IPB itu berkoordinasi dengan pihak perencana, pihak kontraktor, dan pihak pengawas seperti bagaimana menghasilkan suatu design perencanaan yang betul-betul sesuai dengan standar peraturan kita” papar dosen yang telah menjabat selama lima tahun sebagai Ketua Tim Teknis IPB ini.

Beliau pun yakin bahwa para pakar infrastruktur memiliki peran penting dalam bidang perencanaan proyek pembangunan di IPB karena pada bagian itulah kesalahan paling sering terjadi. “Berdasar pengalaman, kesalahan infrastruktur 70-80 persen ada di bagian perencanaan karena kontraktor hanya mengikuti yang direncanakan. Pengawasan diperlukan untuk mengawasi agar apa yang direncanakan dan dibangun dapat sinkron,” pungkasnya. (ycw)

 

Sumber: ipbmag.ipb.ac.id dengan perubahan seperlunya

Last Updated on Thursday, 03 March 2016 10:40

Created and designed by YCW